Menilik Suzuki Ertiga Diesel Berteknologi Hybrid

Menilik Suzuki Ertiga Diesel Berteknologi Hybrid

Pertama kali diluncurkan, Ertiga Diesel Hybrid yang diluncurkan oleh Suzuki Indomobil Indonesia (SIS) ini langusng menjadi sorotan publik. Bagaimana tidak, selain mengusung MPV sejuta umat yang merupakan satu-satunya MVP bermesin diesel di Indonesia, produsen otomotif terkemuka asal negeri matahari terbit tersebut juga berani menawarkan teknologi hybrid pada mobil tersebut.

Menilik Suzuki Ertiga Diesel Berteknologi Hybrid

Sistem hibrida pada Ertiga Diesel tersebut merupakan teknologi ringan yang dikembangkan tanpa menggunakan baterai khusus seperti lithium pada mobil full hybrid, seperti Prius atau CR-Z. Melansir halaman Otomotifkompas, Donny Saputra selaku Marketing Director SIS 4W, menjelaskan bahwa hibrida pada mobil Ertiga Diesel tersebut dikembangkan melalui teknologi Smart Hybrid Vehicle bu Suzuki (SHSV). Sistem itu terdiri dari tiga komponen utama, yaitu mesin diesel, aki berkapasitas besar (70 Ah), dan teknologi Integrated Starter Generation (ISG).

Dikatakan lebih lanjut, bahwa pihaknya mencoba memanfaatkan apa yang sudah ada, yakni sebelumnya dengan melakukan riset untuk mengolah kembali tenaga yang terbuat menjadi terpakai. Sistemnya dibuat simpeld menggunakan aki berkapasitas besar dan bukan baterai lithium seperti full hybrid. Sistem hibrida ringan tersebut ditunjang dengan beberapa komponen utama, contohnya seperti aktuator yang merupakan pengembangan dari alternator.

Setelah itu, dikolaborasikan dengan teknologi ISG dimana sistem ini memiliki dua fungsi yang berbeda, yaitu sebagai generator untuk menangkap dan menyimpan energi ke baterai ketika deselerasi (lepas gas), serta sebagai motor penambah daya ke mesin saat akselerasi (injak gas). Ketika dalam kondisi idle atau berhenti tanpa menginjak pedal kopling, fitur start stop system akan bekerja membuat mesin mati. Aki akan mengambil alih untuk menggantikan sumber tenaga saat mesin mobil mati sehingga memungkinkan fungsi kelistrikan tetap berjalan normal. Aki dengan daya yang lebih besar juga sengaja dipilih untuk menggerakkan motor ISG saat mesin akan me-restart mesin saat menginjak kopling dari posisi idle.

Harold Donnel selaku Head of Brand Development and Marketing Research 4W PT SIS, turut menjelaskan pula bahwa secara fungsi, antar full dan mild hybrid tidak jauh berbeda. Hanya saja mild hybrid di mobil Ertiga ini dirancang lebih sederhana sehingga mesin dieselnya masih mendominasi. Lebih lanjut dijelaskan bahwa meski lebih ringan, tetapi sistem hibrida ini memiliki banyak keuntungan, salah satunya dalam hal perawatan karena menggunakan jenis aki basah.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!