Goa Jomblang, Goa Vertikal dengan Sensasi Wisata Ekstrim


Wisata Goa di Jogja / Monday, February 5th, 2018

Sebagai wilayah karst atau pegunungan kapur yang terbentuk sejak ratusan tahun yang lalu, Gunung Kidul merupakan daerah yang memiliki banyak sekali goa. Tak heran, jika di daerah tersebut banyak sekali terdapat obyek wisata goa, salah satunya yang paling unik adalah goa berbentuk vertikal yang dikenal dengan nama Goa Jomblang.

Lokasi goa yang satu ini cukup jauh ditempuh dari pusat Kota Jogja, yakni sekitar 50 km atau sekitar satu hingga dua jam perjalanan. Berada di Desa Pacarejo, Semanu, Gunung Kidul, goa ini termasuk salah satu goa yang populer karena bentuknya yang berupa kubangan besar dengan kedalaman sekitar 60 meter dan tidak tampak seperti goa pada umumnya.

Untuk dapat sampai ke goa, dari parkiran pengunjung harus melewati jalan setapak bebatuan kurang lebih sejauh 500 meter dan kemudian akan menemukan rumah kecil yang biasa digunakan untuk istirahat pengunjung. Disini, bagi kamu yang ingin memasuki goa tersebut, maka kamu akan mendapatkan pengarahan dari seorang pemandu mengenai goa tersebut dan memakai peralatan yang disarankan.

Peralatan yang harus dipakai oleh pengunjung yang ingin turun ke goa tersebut adalah wajib menggunakan sepatu bot, helm, dan juga akan diberikan peralatan single rope technique (SRT) untuk dapat turun ke goa itu. Di goa tersebut, sudah disiapkan pula sejumlah penarik yang dapat digunakan oleh wisatawan untuk turun ke dasar goa.

Setelah semuanya siap, maka kamu akan merasakan sensasi bergelantungan menuruni goa dengan menggunakan tali selama kurang lebih 3 menit yang sangat ekstrim. Selama menuruni goa, kamu dapat menikmati pemandangan hijau berupa pepohonan dan batuan yang terdapat disekeliling goa. Ketika sudah sampai di bawah, selanjutnya kamu akan bertemu dengan dua orang pemandu yang telah terlebih dahulu turun ke goa.

Di dasar goa, kamu akan mendapati pohon berusia jutaan tahun dan bebatuan yang terlihat hijau asri. Selanjutnya, kamu akan diajak untuk menuju ke goa horisontal luweng Grubug yang terdapat suangan cukup besar. Untuk dapat sampai di luweng Grubug ini, wisatawan harus berjalan sekitar 300 meter. Setelah sampai, pengunjung dapat mendengar derasnya air sungai bawah tanah dan juga sebuah sinar dari atas yang biasa disebut dengan ‘Sinar Surga’.

Di bawah sinar surga tersebut, biasanya wisatawan akan berfoto ria karena cahaya tersebut terlihat sangat ciamik untuk diabadikan selayaknya cahaya yang turun dari langit. Selain itu, pemandangan di tempat tersebut juga dipercantik dengan air yang menetes dari stalakmit.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahahan cahaya surga tersebut, maka pengunjung harus merogoh kocek sebesar Rp. 450.000,- hingga Rp. 1.000.000,- sesuai dengan fasilitas yang diberikan, salah satunya adalah pemandu dan peralatannya.